Arsip untuk Oktober, 2006

Hari Ini, Esok, Dan Seterusnya

hari ini dadaku bergetar
terguncang memilu dan mengerang
ku yakin ku tak salah
karna hatiku tak pernah dan takkan berdusta

cinta cinta cinta
aku jatuh cinta

esoknya ku pikir rasa itu
akan menghilang dengan seiring waktu
namun ternyata tak berubah
aku makin tergiur pada dirimu

cinta cinta cinta
aku jatuh cinta

dan seterusnya rasa ini selalu terjadi
dan tak pernah berkurang
hatiku hanya untuk dirimu
aku bahagia hanya bila kamu bahagia

esoknya ku pikir rasa itu
akan menghilang dengan seiring waktu
namun ternyata tak berubah
aku makin tergiur pada dirimu

cinta cinta cinta
aku jatuh cinta

dan seterusnya rasa ini selalu terjadi
dan tak pernah berkurang
hatiku hanya untuk dirimu
aku bahagia hanya bila kamu bahagia

dan seterusnya rasa ini selalu terjadi
dan tak pernah berkurang
hatiku hanya untuk dirimu
aku bahagia hanya bila kamu bahagia

bahagia

Tinggalkan sebuah Komentar

Tuhan dan hujan, aku sedang jatuh cinta

Saat itu aku merasa menemukan serpihan diriku di dalam dirinya. Saat hujan turun dan mengeluarkan suara rintiknya yang lembut menyejukan. Entah apa yang merasuki hatiku tapi rasanya seperti melihat ketenangan dari matanya yang menerawang. Aku seakan menggapai dirinya dalam kalbuku, seakan aku tahu apa yang ada di dalam pikirannya. Hari itu, malam itu, aku seperti mengenalnya sejak dulu. ersenyum aku jika teringat malam itu. Akankah malam itu kembali? Aku tak tahu.

Pernah jemarinya menggengam jemariku, rasanya bukan melambung tetapi menenangkan. Hatiku, cintaku tidak terbang mengawang tetapi tetap di tanah dan melihat tinggi ke awan. Mengagumi keindahan langit karena jika aku dilangit aku tak tahu keindahan langit. Ia mengajarkanku kesederhanaan. Dari sekian lama yang kuperoleh hanya kepalsuan material yang membosankan dan fana. Tapi lain dengan cinta yang ia tawarkan. Ia menawarkan cinta yang jujur. Tapi mengapa hatiku ini tetap tak mau menyerah. Ketidakpercayaan terus menggerogoti hatiku.

Aku takut hatiku mati habis digerogoti ketidakpercayaan yang semu. Aku takut aku tidak lagi bisa mencinta. Aku takut aku tidak lagi bisa percaya. Akankah Ia menunggu hatiku untuk mencair dari kebekuan rasa curiga? Sampai kapan ia mau menunggu? Aku tak mau ditinggal sendiri. Ini terasa menyedihkan. Menyayat. Terasa menjadi pendosa karena memalingkan wajah dari cinta. Begitu egois sehingga diterlantarkan. Sendiri. Aku takut. Aku tak mau. Betapa inginnya hati ini menyerahkan serpihan intannya tetapi bagian diriku tidak mengijinkannya. Apakah ini jeritan hati nuraniku yang tak lagi kudengar?

Pernah saat matanya mengawang kosong dan wajahnya tampak lusuh. Seperti ada yang terbebani dalam kalbunya. Ingin kuusir rasa penatnya. Ingin kurangkuh dia dalam dekapku. Ingin kuhibur. Saat penatnya datang. Kutatap wajahnya. Kunikmati tiap relung pikirnya. Kunikmati keluasaan kalbunya. Saat ia tersadar, kutatap matanya lekat. Tanpa tahu apa yang sedang aku pikirkan. Ia akan tesenyum. Tersenyum. Hanya itu yang kucari dalam dirinya. Agar ia bahagia dan tersenyum.

Entah apa yang dia lihat dari diriku. Aku merasa kecil jika dibanding dengan yang lain. Aku tak percaya dia menyerahkan hatinya untukku jaga. Apakah aku pantas menjadi dewi yang menjaga hatinya? Bagaimana jika aku memecahkan hatinya yang bening itu? Aku takut. Aku tak pantas. Betapa bodohnya aku ini! Mengapa aku tak bisa sekali saja jujur terhadap perasaanku sendiri!

AKU INI SEDANG JATUH CINTA, TUHAN!!

Tinggalkan sebuah Komentar

True Love


Adakah cinta sejati atau orang bilang True Love

Apakah telapak tangan kamu berkeringat, hati kamu deg-degan, suara kamu nyangkut di dalam tenggorokan kamu?

Hal itu bukanlah cinta, tapi suka

Apakah tangan kamu tak bisa berhenti memegang dia?

Hal itu bukanlah cinta, tapi birahi

Apakah kamu bangga dan ingin selalu memamerkannya kepada semua orang?

Hal itu bukanlah cinta, tapi kamu sedang mujur

Apakah kamu menginginkannya karena kamu tahu dia akan selalu di samping kamu?

Hal itu bukanlah cinta, tapi kesepian

Apakah kamu masih bersama dia karena semua orang menginginkannya?

Hal itu bukanlah cinta, tapi kesetiaan

Apakah kamu menerima pernyataan cintanya karena kamu tidak mau menyakiti hatinya?

hal itu bukanlah cinta, tapi rasa kasihan

Apakah kamu bersedia memberikan semua yang kamu suka untuk dia?

Hal itu bukanlah cinta, tapi kemurahan hati

Apakah kamu merasa cemburu bila dia bicara dengan lelaki lain?

Hal itu bukanlah cinta, tapi takut kehilangan

Apakah saat kamu disakiti kamu membalasnya dengan hal yang sama?

Hal itu bukanlah cinta, tapi dendam

Apakah kamu mengatakan padanya bahwa dia adalah satu-satunya hal yang kamu pikirkan?

Gombal

Apakah kamu masih bersamanya karena campuran dari rasa nyeri dan kegembiraan yang tidak dapat digambarkan?

Itulah Cinta

Apakah kamu masih menerima kesalahannya karena hal itu bagian dari kepribadiannya?

Itulah Cinta

Apakah kamu tertarik pada orang lain, tapi masih bersamanya dengan setia?

Itulah Cinta

Apakah kamu rela meberikan hati kamu, kehidupan kamu dan kematian kamu?

Itulah cinta

Apakah hati kamu tercabik bila dia sedang sedih?

Itulah cinta

Apakah kamu menangis untuk kepedihannya biarpun dia cukup tegar?

Itulah cinta

Apakah kamu ikut terluka bila dia sedang sakit?

Itulah cinta

Apakah kamu selalu ingin menyentuhnya, memeluknya karena kamu sayang kepadanya?

Itulah cinta

Apakah matanya melihat hati kamu yang sesungguhnya dan menyentuh jiwa kamu secara dalam sekali sampai terasa nyeri?

Itulah cinta

Betapa beratnya cinta itu, apakah kamu sanggup untuk memberikannya, apakah kamu sudah cukup tegar untuk menjalankannya hanya untuk dia seorang?

Ada berjuta pendapat tentang hal ini, bahkan hanya ada perbedaan tipis antara Suka, Benci, Kasihan, Kemurahan, Bagaimana dengan kamu?

Tinggalkan sebuah Komentar

Arti Hidup

Ni posting sebenernya bukan tulisanku, tapi aku seneng dengan posting ini. Ketika aku buka friendsterku, aku temukan posting ini, ternyata yg memposting adalah temen kerjaku “aghe Holic”. karena aku terkesan dengan postingnya, kenapa ga aku masukin di blogku ni aja.

Saat engkau beranjak dewasa engkau akan temkuan bahwa hidupmu penuh arti bagi orang-orang di sekitarmu.
Saat engkau menganggap engkau dapat hidup bebas sebenernya engkau tidak hidup bebas…….

Saat engkau duduk di bangku kuliah engkau mengganggap bahwa hidupmu bergantung pada nilai-nilai mata kuliah yang engkau dapat, itu salah teman, hidup yang engkau jalani semasa kuliah sebenernya hanya di hitung dari nilai yang engkau dapat, saat engkau mendapat nilai baik engkau akan di puji tapi disaat engkau mendapat nilai jelek, adakah orang yang perduli dengan keadaanmu saat itu??

Setelah engkau menyelesaikan masa studimu dan engkau beranjak untuk bekerja, engkau sempat berpikir bahwa kehidupanmu adalah itu, engkau akan merasa dihargai saat engkau berhasil membawa perusahaan ke arah lebih baik, banyak pujian yang datang kepadamu dan setelah itu mungkin engkau akan naik jabatan. Engkau menganggap bahwa itu adalah kehidupanmu, tapi apakah engkau tau bahwa saat engkau bekerja, engkau hanya dianggap sebagai nilai statistik belaka? nilai yang kadang-kadang bisa turun dan naik?? apakah itu kehidupanmu??

Engkau akan menyadari kehidupanmu sangat beharga saat engaku pulang kuliah atao pulang dari kantor. Disana masih banyak yang membutuhkan kamu, membutuhkan perhatian kmu dan sebenernya nilai dari kehidupan itu sendiri adalah saat itu. Bagaimana engkau dapat memberikan kehidupan bagi orang lain, memberikan perhatian kepada orang lain, entah itu bonyok, kakak, adik, atao teman kamu.

Komentar (49)